Di langit Microsoft Flight Simulator 2024, setiap kaki ketinggian berarti. Terbang lebih tinggi berarti udara lebih tipis dan hambatan lebih sedikit, tetapi juga membutuhkan energi yang jauh lebih besar. Mengetahui cara memilih ketinggian jelajah optimal (OPT ALT) adalah yang membedakan pilot kasual dari kapten yang benar-benar mengelola efisiensi bahan bakar.
Dalam panduan ini, kami menganalisis tiga faktor kunci yang menentukan ketinggian jelajah Anda, menjelaskan teknik Step Climb, dan menunjukkan bagaimana PilotLeague melacak profil vertikal Anda secara real time.
3 Faktor yang Menentukan Ketinggian Anda
1. Berat Pesawat
Semakin berat pesawat, semakin banyak daya angkat yang dibutuhkan, dan karenanya udara yang lebih padat. Pesawat yang penuh muatan tidak bisa mencapai ketinggian optimal akhir penerbangannya sejak lepas landas. Di sinilah teknik Step Climb berperan.
2. Suhu (ISA)
Udara dingin lebih padat dan lebih menguntungkan untuk kinerja mesin. Pada hari panas, ketinggian optimal Anda akan lebih rendah dari normal. Selalu periksa deviasi ISA sebelum memilih level jelajah Anda.
3. Angin di Ketinggian
Ini adalah faktor penentu. Terkadang naik ke FL380 menghemat konsumsi mesin, tetapi menempatkan Anda melawan jetstream 100 knot. Dalam kasus ini, tetap di FL320 dengan angin depan yang lebih lemah seringkali lebih hemat bahan bakar secara keseluruhan.
Teknik Step Climb
Seiring Anda membakar bahan bakar, pesawat menjadi lebih ringan. Ketinggian optimalnya meningkat. Untuk tetap efisien pada penerbangan jarak jauh, Anda harus naik sekitar 2.000 ft setiap 2 hingga 3 jam. PilotLeague memungkinkan Anda melihat dampak langsung dari setiap Step Climb pada kurva konsumsi Anda.